Rumusan Kasus Pembajakan Software di Indonesia.
Uraian
kasus
Pembajakan software, yang dimaksud dengan pembajakan disini adalah
kegiatanpemakaian, penggunaan dan pemanfaatan software yang didapatkan tidak
dariperusahaan yang telah membuatnya namun didapatkan dengan cara yang
tidakdiizinkan seperti, mendownloadnya di web yang menyediakan software
bajakan, mendapatkannya dari teman, membeli software bajakan di tempat
yang tidak berlisensi.software sendiri
merupakan perangkat lunak yang terdapat di komputer, baik itu software sistem
operasi seperti windows xp, vista, dll maupun sistem aplikasi seperti microsoft
office, photoshop, dll.
Alasan orang
masih melakukan pembajakkan software karena harga software yang masih terbilang
cukup mahal bagi pengguna komputer di indonesia. Namun harus diakui kalau
penyebabnya adalah kurangnya kesadaran masyarakat untuk menghargai kekayaan
intelektual orang lain. Saat ini software
mahal bukan lagi alasan karena
sudah adanya software open source
yaitu software yang mengizinkan penggunanya untuk memakai software
tersebut secara gratis. Harus diingat kalau perilaku pembajakkan software ini telah merugikan negara karena
seandainya masyarakat menggunakan software yang asli maka negara
akanmendapatkan dana bea masuk yang cukup besar dari produsen software yang
memasarkan produknya di indonesia. Pembajakan software ini juga mencoreng nama
indonesia, bsa (business software alliance) menempatkan indonesia di peringkat 12 sebagai negara pelaku pembajakan software tertinggi di dunia di bawah armenia
(peringkat 1), bangladesh (2), azerbaijan(3) dan vietnam (11). Pembajakkan
software juga telah membuat industi software lokalmenjadi lesu bahkan
mereka lebih memilih menjual software
buatannya ke luar negeri.
Pembajakkan software dapat terjadi kapan saja seiring perkembangan
teknologi yangtak ada hentinya. Pembajakkan software lebih sering terjadi saat
software originaltersebut telah dirilis oleh perusahaan pembuatnya. Dalam
beberapa waktu terjadidimana software bajakan sudah beredar di masyarakat
walaupun software yangoriginalnya belum dipasarkan oleh perusahaan pembuatnya.
Bagaimana?dapat dikatakan orang yang telah menginstall komputernya
dengan software yang iadapatkan bukan dari perusahaan pembuatnya, menggunakan
software bajakan untukkepentingan komersial atau orang yang menduplikasikan
software tanpa izin dariperusahaan pemegang lisensi software tersebut maka ia
adalah pembajak software. Dalam kasus ini pembajakan software yang disoroti adalah di indonesia
yang menurutbsa (business software alliance) berada di peringkat 12 sebagai
negara pembajaksoftware tertinggi di dunia.
Berdasarkan bsa (business software alliance) pembajakan software di
indonesiadilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar yang masih menganggap bila
anggaranbelanja software dinilai memberatkan perusahaan padahal bisa saja
perusahaan itumelakukan kemitraan kerja bersama perusahaan pembuat software.
Warnet danpengguna komputer pribadi menempati peringkat kedua pembajak software
diindonesia setelah perusahaan-perusahaan besar. Disusul oleh toko penjual
software takberlisensi sebagai peringkat tiga pembajak software.c.
Identifikasi faktor dan indikator
Identifikasi faktor (penyebab):
Masih mahalnya harga software untuk standar masyarakat indonesia,
kurangnya kesadaran untuk menghargai kekayaan intelektual orang lain. Sangat
mudah untuk mendapatkan software bajakan, kurangnya penegakkan hukum dan sanksi
tegas bagi pengguna software bajakan.
Identifikasi indikator:
Masih mahalnya harga software untuk standar masyarakat indonesia.hal
ini memang disadari dan dapat dimaklumi karena memang tingkatkesejahteraan
masyarakat indonesia masih banyak yang berada pada tingkatandibawah standar.
Harga software dinilai masih cukup mahal bagi masyarakatindonesia. Terlebih
lagi software yang ada biasanya dijual dalam mata uang us$yang mana mata uang rupiah
sangat jatuh harganya karena us$ terus saja naik kursnya terhadap rupiah.nilai
mata uang rupiah ini alasan yang masuk akal, bila dibandingkan dengan
jepang,singapura, korea selatan atau taiwan yang mata uangnya hampir sebanding
denganus dollar memang ditemukan sangat kecil kasus pembajakan software di
negaratersebut.harga sebuah software bahkan terkadang lebih mahal daripada
harga satu setperangkat komputer. Hal ini sebenarnya sah saja mengingat
software merupakanhasil intelektual pembuatnya. Namun yang masyarakat pikirkan
hanya bagaimanacara untuk mendapatkan komputer dan software dengan harga
semurah mungkintanpa mempertimbangkan hal lainnya.
Kurangnya kesadaran untuk menghargai kekayaan intelektual orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar