Selasa, 16 Oktober 2012

Studi Kasus Pembajakan Software di Indonesia

Rumusan Kasus Pembajakan Software di Indonesia.

Uraian kasus

Pembajakan software, yang dimaksud dengan pembajakan disini adalah kegiatanpemakaian, penggunaan dan pemanfaatan software yang didapatkan tidak dariperusahaan yang telah membuatnya namun didapatkan dengan cara yang tidakdiizinkan seperti, mendownloadnya di web yang menyediakan software bajakan, mendapatkannya dari teman, membeli software bajakan di tempat yang  tidak berlisensi.software sendiri merupakan perangkat lunak yang terdapat di komputer, baik itu software sistem operasi seperti windows xp, vista, dll maupun sistem aplikasi seperti microsoft office, photoshop, dll.
                Alasan orang masih melakukan pembajakkan software karena harga software yang masih terbilang cukup mahal bagi pengguna komputer di indonesia. Namun harus diakui kalau penyebabnya adalah kurangnya kesadaran masyarakat untuk menghargai kekayaan intelektual orang lain. Saat ini software  mahal bukan lagi alasan karena  sudah adanya software  open source yaitu software yang mengizinkan penggunanya untuk memakai  software  tersebut secara gratis. Harus diingat kalau perilaku pembajakkan  software ini telah merugikan negara karena seandainya masyarakat menggunakan software yang asli maka negara akanmendapatkan dana bea masuk yang cukup besar dari produsen software yang memasarkan produknya di indonesia. Pembajakan software ini juga mencoreng nama indonesia, bsa (business software alliance) menempatkan  indonesia di peringkat 12 sebagai negara  pelaku pembajakan software  tertinggi di dunia di bawah armenia (peringkat 1), bangladesh (2), azerbaijan(3) dan vietnam (11). Pembajakkan software juga telah membuat industi software lokalmenjadi lesu bahkan mereka  lebih memilih menjual software buatannya ke luar negeri.
               Pembajakkan software dapat terjadi kapan saja seiring perkembangan teknologi yangtak ada hentinya. Pembajakkan software lebih sering terjadi saat software originaltersebut telah dirilis oleh perusahaan pembuatnya. Dalam beberapa waktu terjadidimana software bajakan sudah beredar di masyarakat walaupun software yangoriginalnya belum dipasarkan oleh perusahaan pembuatnya.
Bagaimana?dapat dikatakan orang yang telah menginstall komputernya dengan software yang iadapatkan bukan dari perusahaan pembuatnya, menggunakan software bajakan untukkepentingan komersial atau orang yang menduplikasikan software tanpa izin dariperusahaan pemegang lisensi software tersebut maka ia adalah pembajak software. Dalam kasus ini pembajakan software yang disoroti adalah di indonesia yang menurutbsa (business software alliance) berada di peringkat 12 sebagai negara pembajaksoftware tertinggi di dunia.
               Berdasarkan bsa (business software alliance) pembajakan software di indonesiadilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar yang masih menganggap bila anggaranbelanja software dinilai memberatkan perusahaan padahal bisa saja perusahaan itumelakukan kemitraan kerja bersama perusahaan pembuat software. Warnet danpengguna komputer pribadi menempati peringkat kedua pembajak software diindonesia setelah perusahaan-perusahaan besar. Disusul oleh toko penjual software takberlisensi sebagai peringkat tiga pembajak software.c.

Identifikasi faktor dan indikator
Identifikasi faktor (penyebab):
Masih mahalnya harga software untuk standar masyarakat indonesia, kurangnya kesadaran untuk menghargai kekayaan intelektual orang lain. Sangat mudah untuk mendapatkan software bajakan, kurangnya penegakkan hukum dan sanksi tegas bagi pengguna software bajakan.

Identifikasi indikator:
Masih mahalnya harga software untuk standar masyarakat indonesia.hal ini memang disadari dan dapat dimaklumi karena memang tingkatkesejahteraan masyarakat indonesia masih banyak yang berada pada tingkatandibawah standar. Harga software dinilai masih cukup mahal bagi masyarakatindonesia. Terlebih lagi software yang ada biasanya dijual dalam mata uang us$yang mana mata uang rupiah sangat jatuh harganya karena us$ terus saja naik kursnya terhadap rupiah.nilai mata uang rupiah ini alasan yang masuk akal, bila dibandingkan dengan jepang,singapura, korea selatan atau taiwan yang mata uangnya hampir sebanding denganus dollar memang ditemukan sangat kecil kasus pembajakan software di negaratersebut.harga sebuah software bahkan terkadang lebih mahal daripada harga satu setperangkat komputer. Hal ini sebenarnya sah saja mengingat software merupakanhasil intelektual pembuatnya. Namun yang masyarakat pikirkan hanya bagaimanacara untuk mendapatkan komputer dan software dengan harga semurah mungkintanpa mempertimbangkan hal lainnya.
Kurangnya kesadaran untuk menghargai kekayaan intelektual orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar